Company Logo

Chat Via YM

Humas  1  : 

Humas  2  : 

Notice

Buya Syafii Ma’arif : Negara ini tolong diperhatikan jangan sampai tenggelam!

 Buya Syafi'i Ma'arif diapit Mederator dan ketua MPK PP Muhammadiyah

Peran Muhammadiyah dalam menciptakan kader yang memiliki wawasan kebangsaan dan memiliki jiwa sosial serta kenegarawanan, merupakan cita-cita luhur yang patut didukung. Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan kadernya harus memiliki empat visi kader yakni 1. Kader Kemanusian, 2. Kader Kebangsaan, 3. Kader Umat, dan 4. Kader Pesyarikatan.

 

Demikian  mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Prof. Buya Syafii Ma’arif menegaskan dalam forum Rapat Kerja Nasional Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah kemarin di Aula Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Buya menambahkan, bahwa Muhammadiyah ini tidak didesain untuk mengurus Negara. Menurutnya Gerakan KHA Dahlan yang menyimpang dari tradisi itu merupakan bentuk gerakan liberal. “Negara ini tolong diperhatikan jangan sampai tenggelam” ujarnya

“Jika anda terpilih menjadi gubernur, jadilah gubernur yang patut dicontoh. Makanya belajar dan terus belajar”, ungkapnya.

Menurutnya, Muhammadiyah terbentuk dari Kesadaran akar rumput. Tujuan Muhammadiyah membentuk masyarakat Islam.

Buya menilai kita memiliki Wawasan kebangsaan ke-Indonesian yang lemah. Muhammadiyah itu sudah sifatnya sangat nasional.

“Muhammadiyah karena saking rasionalnya, sifat silahturahminya kurang. Kalau Visi Muhammadiyah seperti sekarang,  Orang-orang Muhammadiyah kalau mau masuk politik apa tujuan masuk ke Politik?, Angkatan Muda Muhammadiyah kalo mau masuk politik, anda harus perbaiki ekonomi anda dulu, perkuat ekonomi dulu, baru masuk politik. Karena politisi sekarang merupakan penganggur, politik atau jadi anggota DPR itu mata pencaharian”, tambahnya.

Buya memberikan pesan bahwa mempersiapkan mental dan belajar. Sehingga kita mengerti untuk apa politik itu. Boleh menjadi politisi, kemudian belajar menjadi negarawan, itu yang dibutuhkan bangsa Indonesia sekarang.  Banyak orang menuduh dan mengira Muhammadiyah dipengaruhi wahabi, orang itu tidak paham Muhammadiyah. Muhammadiyah itu lebih dipengaruhi oleh Muhammad Abduh tentang gerakan kemasyarakatan dan KHA Dahlan dalam pengalaman dakwahnya di Indonesia

“Beda politik dengan dakwah Muhammadiyah. Politik menjanjikan pahala jangka dekat Muhammadiyah menjanjikan pahala jangka jauh dan itu belum tentu dapat. Kalau stamina spiritual itu belum cukup, ngapain di Muhammadiyah ini. Kalau ada orang mau di Muhammadiyah dengan niat tulus, itu orang-orang luar biasa. Anda mengurus Muhammadiyah, anda tidak akan miskin, asal niatnya jelas. Semua pengurus semua kader harus paham tentang Islam. Kalau tidak akan repot mengurus Muhammadiyah ini”, ungkapnya. (R/muhammadiyah)

 

Sumber : http://bit.ly/1653x2Z

Informasi Akademik

PSB OnLine

Perpustakaan Online

Art Clock

Calendar





MADRASAH MU'ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Jl. S.PARMAN 68 YOGYAKARTA 55012, Telp:(0274)373122 Fax:(0274)385516

Email : muallimin_muhyk@yahoo.com; Website : www.muallimin.sch.id


Powered by Mu'allimin® Desaigned by : Emgain Admin